Tuesday, September 12, 2017

Biodata Peserta Pelatihan Media Pembelajaran

Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Tuesday, October 25, 2016

Konsep Supervisi Akademik

https://www.dropbox.com/s/3ntdpjozai5a8m6/KonsepSupak-1.htm? Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Wednesday, August 10, 2016

Diklat Supervisi Kepala Sekolah Bojonegoro

Dalam rangka meningkatkan mutu kepala sekolah/madrasah, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Permendiknas ini memuat tentang sistem penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, proses pengangkatan kepala sekolah/madrasah, masa tugas, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah, serta mutasi dan pemberhentian tugas guru sebagai kepala sekolah/madrasah. Dalam peningkatan kompetensi kepala sekolah/madrasah khususnya dalam kompetensi supervisi, maka diperlukan adanya diklat peningkatan kompetensi supervisi.
Berkaitan dengan hal tersebut, LPPKS menyiapkan bahan pembelajaran diklat peningkatan kompetensi supervisi kepala sekolah sesuai dengan materi yang dibutuhkan kepala sekolah. Materi diklat dirancang untuk pembelajaran tatap muka (IN-ON-IN) dan semi online (IN1-ONLINE-ON THE JOB-IN2), sehingga pada saat pelatihan berlangsung peserta/ kepala sekolah dapat menyerap dan menerapkan materi secara maksimal. Dengan demikian, pada akhir kegiatan pembelajaran, pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta akan meningkat sehingga menjadi kepala sekolah yang kompeten. Peserta juga diharapkan mampu memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana pengembangan keprofesian secara berkelanjutan. Hal tersebut diharapkan akan berdampak pada semakin banyaknya pemimpin baru yang amanah, berjiwa wirausaha, dan profesional.

 Diklat diselenggarakan oleh LPPKS bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Kali ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menangkap peluang untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah di daerahnya. Pelatihan dilaksanakan dari tanggal 6 – 15 Agustus 2016 di gedung pramuka Kabupaten Bojonegoro diikuti oleh 140 an kepala SD dan SDLB yang dibagi dalam 4 kelas.  Nara sumber terdiri dari Tim MT dari LPPKS yang terdiri dari Widya Iswara LPPKS, Widya Iswara LPMP, dan Pengawas Sekolah. Dr. Frans Masse Pakpahan, M.Sc. (LPMP Jabar), Drs. Sugeng Mujiyono (Dikpora Kab. Kediri), Dr. Nunung Hidayah Sunani, Dr. MV. Srihartini HS, M.Hum, Hanung Lilik Sukendra, S.Pd., M.Pd., M.M. (Dikpora Kab. Karanganyar), Drs. Kandung Supriyono, M.Pd., MBA. (Dikpora Kab. Gunungkidul), dan Suryono S.Pd., M.Pd. (Dikpora Trenggalek)


Langkah-langkah yang  dilakukan dalam mempelajari bahan pembelajaran ini mencakup aktivitas  individual  dan  kelompok yang terdiri dari: 1) membaca bahan pembelajaran; 2)  mendiskusikan bahan pembelajaran, mengerjakan latihan/tugas memecahkan studi kasus pada setiap kegiatan pembelajaran; 3) membuat rangkuman/kesimpulan; 4) mengomunikasikan hasil diskusi; 5) Simulasi dan roleplay; 6) Permainan dan Quiz, dan 7) melakukan refleksi. 

Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Monday, January 11, 2016

Un Boxing Smart TV Changhong

Changhong android TV akhirnya  mendarat dengan selamat Sabtu tanggal 9 Januari 2016 dari Mataharimall. Pas mau dianter aku lewat didepan agen JNE, sekalian deh diambil.

Packing kayu, dilapisi Plastik Gelembung Bubble Pack/Bubble Wrap dan busa. Paket diasuransikan, jadi harus dipastikan isinya sesuai oleh pihak JNE. Semua seperti ekspektasi. Dua hari sejak dibayar, dikirim dan tepat hari keempat sampai.

Dibuka oleh petugas JNE

Changhong LED Smart TV 32" - 32D3000i - Hitam
Merk Changhong, SKU: XTV0007490000036501 Narrow Bezel 1.0 cm. SMART LED TV with WIFI BUILT IN. GO LIVE APPS. ANDROID OS KITKAT. HDMI x 3, USB x 2, USB MOVIE, VGA x 1, AV OUTPUT and INPUT. Support Siaran televisi digital DVB T2, T, S. Layar 32 inch. Memiliki SRS TruSurround HD untuk kualitas suara yang jernih. Dilengkapi dengan fitur Super Low Power untuk penghematan energi. Garansi Resmi Changhong 3 Tahun Garansi Resmi Changhong 1 Tahun kerusakan mesin, ganti baru.
Kelengkapan TV
Kelengkapan
1 Unit Changhong LED Smart TV 32" - 32D3000i, kabel power, 1 Remote Control, 2 batarai merk Changhong, 2 kabel RCA ke 3,5, Buku panduan dan kartu Garansi, Panduan instalasi singkat.


Instalasi
Colok kabel antena, colok power, tekan tombol power pada remote…. Langsung nyala…muncul logo bertuliskan Smart Home. 
Hasil Scanning Siaran TV Otomatis

Scanning otomatis, dari daerah Ponjong dengan antena tanpa booster, tertangkap 9 channel digital dan 16 siaran analog. Dari sembilan channel digital baru terisi 5 yang semuanya TVRI, pusat dan daerah,  belum tertangkap channel TV swasta. Untuk membedakan siaran TV digital atau analog dilihat pada kode DT atau AT.
Digital TV Channel TVRI Nasional
Digital TV Channel TVRI Yogyakarta

Menu Android
Kita bisa menggunakan TV kita untuk menjalankan berbagai aplikasi android, dari browsing sampai aplikasi multimedia seperti youtube. Golive TV juga sudah disediakan sehingga bila berada di jangkauan internet siaran seperti Discovery Channel, CNN, atau BBC siap menghaisi layar LED kita.



Channel Internet TV

Channel Discovery World





Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Wednesday, December 23, 2015

Anti Mainstream?

Saya mungkin termasuk orang yang kata orang disebut anti mainstream.
Kata mainstream terdiri dari dua kata.Main yang berarti utama dan stream yang berarti arus. Dalam hal ini, mainstream berarti arus utama. Arus utama jika lebih disederhanakan memiliki makna kebiasaan utama, kebiasaan umum, perilaku umum, hal yang biasa, hal yang lumrah, dan sesuatu yang memang sudah nampak wajar dan tidak aneh
Istilah anti selalu merujuk pada sesuatu yang berhubungan dengan kebalikan dari kata yang diikutinya. Hal ini berarti bahwa anti mainstream merupakan anti mainstream merupakan sesuatu hal yang tidak biasa, perilaku yang tidak umum, sifat yang tidak biasa (http://www.plimbi.com/news/158536/arti-mainstream-dan-penggunaannya)

Dalam banyak hal saya rasakan begitu, dan ini sudah berlangsung cukup lama. Mulai tahun 1982 memilih vespa sebagai sarana transportasi dimana orang biasa naik Honda, Yamaha atau Suzuki.  Tahun 2003 mulai memilih Kymco hingga sekarang masih tiga type, Cevira,  Metica, dan Free LX. Tahun 2005 sepeda motor metic dibilang masih langka, dan Metica adalah motor metic pertama saya.
Dalam hal mobil, tahun 2005 tidak banyak yang berspekulasi memilih HondaMiring alias Hyundai, dan Atoz telah menemaniku hingga memasuki tahun kesebelas, disusul  HondaMiring lainnya, Hyundai Trajet. Oh ya tablet nya juga bermerk Hyundai T10.

Bagaimana dengan HP? Ketika tahun 2000 an orang memilih hp sejuta umat si legendaris Nokia saya memilih Samsung, LG dan Motorola. Untuk smartphone? Beberapa tahun berteman Nokia E 63 dan E71 yang cukup bongsor di mana belum banyak orang suka HP besar. Sebentar menggunakan Audiovox windows smartphone (2007) dan beralih ke Blackberry beberapa bulan, Andromax sebentar terus Acer dan sudah setahun ini menggunakan HTC. Hari ini melamar Microsoft Lumia 640 XL (Windows Phone, dimana orang menggandrungi Android) yang maharnya Rp. 2.675.000 melalui MatahariMall.com. Mungkin sebelum tahun 2016 baru mendarat, katanya agak lama karena terhalang libur natal.

Lho MatahariMall.com? online? Ya beberapa kali membeli HP online, termasuk Blackberry dan HTC 616 dan Microsoft Lumia 640 XL ini.  Di tempat yang sama saya meminang Android TV 32 inch keluaran Changhong, maharnya Rp. 3.200.000 an free onkir.  Nah lu… Changhong? Ya fitur utama yang menarik adalah Android yang support TV streaming, you tube karena ada wifi yang tertanam. TV ini juga mendukung digital TV di mana undang penyiaran mewajibkan TV analog berpindah ke digital di tahun 2018.


Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Monday, December 14, 2015

ENAM PERNYATAAN SIKAP PGRI

Pernyataan sikap PGRI yang dibacakan oleh perwakilan guru pengurus PGRI Jawa Barat, di depan Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (atas nama Presiden) Puan Maharani, Ketua DPD RI Irman Gusman, dan juga dihadiri oleh beberapa gubernur dan bupati serta 115.000 guru dari seluruh Tanah Air di GBK, Jakarta, Minggu 13 Desember 2015. Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo dan sekretaris PGRI, M, Qudrat Nugraha.



1.        Mendukung pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam melaksanakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan bangsa.
2.        Siap membantu pemerintah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan profesionalisme dan kinerja guru guna melaksankan revolusi mental, pengembangan karakter dan potensi peserta didik.
3.       Mendukung upaya pencegahan dan pembrantasan korupsi serta menyeru kepada para guru agar aktif memberikan pendidikan anti korupsi dan anti narkoba.




4.       Mendesak pemerintah dan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan guru dan meningkatkan kesejahteraan guru non-PNS.
5.        Menolak segala kebijakan dan peraturan serta upaya-upaya yang dilakukan guna menghapus dan/atau mempersulit pemberian tunjangan profesi guru (TPG), menghambat pelaksanaan sertifikasi, kenaikan pangkat dan karir, serta pengembangan profesi guru.
6.         Menolak segala bentuk intimidasi, terkanan, ancaman yang mengganggu profesionalisme, kinerja, dan aktivitas organisasi profesi guru.
Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Sunday, December 13, 2015

Little Quality VS Big Quality


Pendidikan bergerak di bidang jasa yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan  menjadi  warga  negara  yang  demokratis serta bertanggung jawab (UUSPN, 2003). Itu adalah big quality atau kualitas besar, tidak hanya output, tetapi sampai dengan outcome, bahkan sampai dengan impact atau dampak pendidikan, menjadi  warga  negara  yang  demokratis serta bertanggung jawab.
Di dalam big quality itu terselip satu bagian kecil, untuk memenuhi indikator berilmu. Hal ini dapat diketahui dengan hasil tes, ulangan, dan ujian, termasuk ujian nasional (UN) yang sebentar lagi digelar. Bagian kecil ini sesungguhnya hanyalah small quality atau kualitas kecil. Sebenarnya kualitas kecil jangka pendek ini akan tercapai dengan sendirinya bila MBS dan TQM berjalan dengan baik. Akan tetapi sangat disayangkan karena kenyataannya bagian kecil itu yang diagungkan, bukan saja oleh satuan pendidikan tetapi juga oleh peserta didik, orang tua dan masyarakat umum. Bukan hanya orang awam, kepala dinas pendidikan, bupati, gubernur menteri pendidikan, bahkan presiden tentunya juga memiliki kecemasan tersendiri, tentunya sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Karena mereka adalah pejabat politis, maka kepentingannya tentu juga erat dan tidak bisa lepas dengan kepentingan politis.
Sebenarnya bagi kebanyakan siswa UN tidak terlalu menakutkan, karena UN adalah satu kegiatan yang menjadi satu kesatuan dan konsekwensi menuntut ilmu. Di samping itu ada pula yang tidak terlalu khawatir terhadap hasil UN karena menurut pengalaman siswa yang tidak luluspun baik-baik saja. Mereka toh masih diusahakan jalan keluarnya agar mereka mendapatkan tiket masuk pendidikan yang lebih tinggi. UN ulangan dan ujian kesetaraan atau kejar paket yang menyediakan gerbong didesain khusus bagi siswa yang tidak lulus UN.
Dibandingkan siswa sendiri, orang tua mungkin lebih terbebani ketika anaknya menghadapi UN. Sebagian orang tua rela mengeluarkan uang lebih agar anaknya bisa lulus UN dengan mengikutkan anaknya pada lembaga bimbingan belajar yang “menjamin” anaknya lulus UN. Perbincangan mengenai UN antar orang tua lebih banyak dibandingkan dengan anaknya sendiri. Kecuali kawatir anaknya tidak lulus, ada juga yang mencemaskan nilai yang diperoleh untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik setelah lulus ujian.

Berbeda dengan orang tua, guru mencemaskan nama baiknya. Mereka sangat terbebani bila anak didiknya banyak yang tidak lulus UN, (padahal lebih banyak guru yang tidak mengajarkan mata pelajaran UN).  Pihak sekolah yang dikomandani oleh kepala sekolah, di samping akan menanggung rasa malu, juga akan menerima dampak berkurangnya animo calon siswa memasuki sekolah tersebut pada tahun pelajaran berikutnya. Di beberapa daerah, sekolah, termasuk guru di dalamnya akan terancam “karirnya”  bila banyak siswanya tidak lulus ujian. 
Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Thursday, December 22, 2011

Belajar Buat Blog

Teman-teman belajar membuat blog. kali ini mereka memulainya dari blogspot.

Sebelumnya belajar membuat formulir dengan menggunakan Docs miliknya Google. salah satu hasilnya seperti ini....

Coba deh temen-temen guru mencoba mengisi dan men submit nya...

Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Kaya apa Miskin?

Beberapa waktu yang lalu saya mereposting blog mengenai antreean IPad2 di seluruh dunia. Kini giliran Jakarta. Lihat gambar dari http://tekno.kompas.com/read/2011/11/27/11355290/Gara.gara.Bellagio..Jakarta.Mendunia berikut ini...
Antrian calon pembeli BlackBerry Bold 9790 atau Bellagio di Pacific Place, Jakarta, Jumat (25/11/2011). Ribuan orang mengantre karena iming-iming diskon 50 persen untuk 1.000 pembeli pertama.

Sejumlah media asing ikut memberitakan penjualan diskon Blackberry Bellagio yang ricuh pada Jumat (25/11/2011). Jakarta yang menjadi lokasi penjualan perdana Blackberry 9790 (Bellagio) makin "dikenal" masyarakat dunia.

RIM sengaja memilih lokasi Jakarta sebagai tempat peluncuran Blackberry Bellagio pertama di dunia. Seminggu setelah peluncuran khusus bagi media, RIM juga sudah membuat geger karena membagikan Blackberry Bellagio kepada seluruh undangan secara gratis. Sepekan kemudian, RIM kembali membuat gempar dengan menyediakan Blackberry Bellagio yang didiskon 50 persen kepada 1000 orang pembeli pertama.

Seperti dikutip Slashgear, RIM sukses membuat Blackberry begitu populer bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta gara-gara diskon besar ini. Masyarakat tumpah ruah untuk mengantri dan sempat ada pembeli yang cedera serta pingsan. Sekitar 200 anggota polisi dan mobil ambulans pun ikut berjaga-jaga mengamankan penjualan ponsel tersebut.

Media Phonesreview di Inggris menulis penjualan ponsel Blackberry di seluruh dunia mengalami penurunan. Namun, penjualan ponsel tersebut di Indonesia justru mengalami kenaikan.

Selain itu, media tersebut menulis masyarakat di negara lain sudah berpindah membeli iPhone dan ponsel Android, tapi Indonesia ternyata masih menjadi pasar terbesar bagi penjualan Blackberry. Bahkan, Indonesia mendapat julukan "Blackberry Nation".

Begitulah Kompas.com menulis....


Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Saturday, March 26, 2011

Untuk Apa mereka antree?

iPad 2 international launch causes people to line up in line all over again
By Laura June posted Mar 25th 2011 6:03PM

You may or may not know this, but the iPad 2 became available in 22 countries today, and from the looks of it above (snapped at London's Regent Street store), waiting in line was part of the deal. Now, we have this theory that people love to line up for anything, so we're not going to draw any conclusions about how dreamy the product is, but please, if you shot any line photos today, feel free to send them our way and we'll throw them in our post after the break.


Covent Garden, London

Ontario, Canada

Paris, France


Berlin, Germany (!)

Manchester, England

Milan, Italy

Sweden

Edmonton, Alberta, Canada


Vancouver, BC, Canada



Dublin, Ireland

Leeds, England

Hamburg, Germany


Bristol, England

Mereka antree untuk sebuah Ipad2. Kita (yang sulit antree) antree untuk apa? sesuap nasi?
Sumber: http://www.engadget.com
Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Monday, March 14, 2011

Read more

Ini sudah periode dua dari aku mencoba. Dulu sekali sudah pernah berhasil, tetapi setelah ganti template, settingan itu berubah juga, dan... aku hampir melupakannya. apalagi harus ngurusi blog yang lain, terbengkelai.
Nah... maaf dilanjut di sini... akhirnya ketika harus ada postingan yang lumayan panjang baru terasa perlunya mempelajari "read more" itu... Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Sunday, January 23, 2011

HP sebagai alat komunikasi

Di dunia pewayangan, konon pada jaman dulu kala, Kresna memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa, di mana dia bisa berkomunikasi dengan orang yang sangat jauh darinya. Kresna bisa memanggil, atau mengirim pesan.
Awal tahun 1990 an..., orang belum menyangka bahwa apa yang dilakukan Kresna itu akan dilakukan pula oleeh banyak orang 20 tahun berikutnya.
Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Sunday, October 10, 2010

E-Learning trend in Korea

Munculnya E-Learning menambah satu trend baru pendidikan di seluruh dunia. Di negara maju seperti Korea memadukan kerja apik semua stakeholder pendidikan, bahu membahu saling membantu, di balik saling membutuhkan. Sekolah, pemerintah, dunia usaha dan lainnya menggarap satu kebutuhan besar dunia pendidikan. Perhatikan artikel yang ditulis Inshik Jun
dari Korean Educational Development Institute berikut ini:

E-Learning trend in Korea

Inshik Jun
Korean Educational Development Institute

1. Overview

Knowledge informationizing is a significant wave in the 21st century that has changed our customs and life style. Through e-government, e-mail, e-commerce, or internet banking, our life style is being reorganized around the internet. Adapting education to the information age will produce civilized citizens with increased international competitiveness.
Competition in the knowledge-based society is international, and the international collection and supply of information is necessary to maintain competitiveness. Although it is not possible to access all information, the ability to secure and provide up-dated information or most useful information is directly related to the competitiveness of a country. It is also necessary to manage domestic information properly and provide it to present and future users.
To attain effective ICT use, there are five basic factors that are necessary: information infrastructure; information resources disseminated through that infrastructure; laws and regulations to promote ICT use; and the development of Human Resources to manage information infrastructure and resources. These five factors do not function independently but cooperatively. To deploy these factors requires a great deal of labor and worthwhile.
Beginning in 1980 with the advent in computer education, ICT use in primary and secondary schools has continued to display its effectiveness through the reform of educational method. When the first stage of the ‘Comprehensive plan for ICT use in education’ was completed in December 2000, Korean educational environment had a great deal of change: every primary and secondary schools connected to the internet; eight students per one PC; one teacher per one PC in primary and secondary schools. With these changes, the realm of education has expanded from the classroom to cyber space, and the conditions for fostering creative and competent individuals have been established.
By 2004, the plan for ICT use is focusing on e-Learning.




2. Government’s Efforts

Korean government's policy to bring up e-Learning has been started since 1999 by the 'Internet Communication Training Program' of Ministry of Labor (MOL). Employment Insurance Refund Policy of MOL keeps workers trained to easily adjust themselves to information technologies.
In 2001, Ministry of Information and Communication (MOIC) established 'Law for developing On-Line Digital Contents Industry', which emphasizes digital contents for education and an urgent need of IT experts. Having provided nation-wide communication infrastructure for high-speed Internet, MOIC keeps on trying supply more comfortable Internet services. It has been promoting Internet technologies and contents development, including e-Learning fields, for Korea Information Infrastructure.  The ministry has pushed forward e-Korea project since 1996 and e-Campus project as well.
Ministry of Government Administration and Home Affairs (MOGAHA) has also put 'Operational Regulations of Cyber Training for Civil Servants' in force since 2001. As of December 2002, over 10,000 civil servants took training programs operated by e-Learning technology and these e-Learning programs form 20% of total training programs.
In June 2002, Ministry of Commerce, Industry and Energy (MOCIE) laid down a detail plan for e-Learning industry promotion. Some of practical projects are listed up in this plan, such as
- Establishing of e-Learning infrastructure
- Expansion of e-Learning in public sector
- Improvement of legal framework to facilitate e-Learning, and
- Construction of e-Learning network composed of representatives from industry, academic, and government.
Among these practical projects, MOCIE gives higher priority in action to the establishment of e-Learning infrastructures, and this project includes supporting e-Learning technical standards development, and bringing up e-Learning experts.
To bringing up e-Learning experts, the Ministry selected six universities equipped with professional skill and provides them with some fund in order to develop e-Learning contents and media of high quality and human resources as well. Furthermore, to help e-Learning take root in the overall society, the Ministry tries to improve the industrial environment, revising the laws concerned like copyright law, set up civilian organizations, which will take in charge of the market survey, and organize a consultative body among industrial, educational, and research groups.
Since 2001 'Cyber University Foundation Law' of Ministry of Education and Human Resource Development (MOEHRD) was put in operation, and seventeen cyber universities are running in 2004. MOEHRD also has carried out 'Policy of Education with ICT'. As a result of it, every school has its own intranet and it has a plan to provide students with e-Learning courses as many as 20% of total courses.
By 2004, MOEHRD issues two e-Learning policies. One was issued last April for alleviate money spent on private tutoring. And the other that will be issued in the middle of September is an all-out plan of e-Learning to improvement of formal education including cyber tutoring program.


3. Non governmental trend

Big companies such as Samsung, LG, Posco, and KT and so on, have intensified its training programs for employees and decided to choose e-Learning technology as methodology of the programs.
In Korea, the online education market has recently been expanding at a rapid speed. Especially, the college entrance market for an online Scholastic Ability Test (SAT) has grown to 100 billion won in 2003 from 1 billion won in 2001. And in 2004, analysts expect this market to double its current value to reach 200 billion won. In addition, the markets for online education or online test preparation for obtaining certificates will also increase in value. (1$ 1,200 won)
In particular, the 'EBS broadcasting and Internet service for the SAT' plans to have a 24 hour SAT preparation channel via satellite and rebroadcasts segments on the internet[EDUNET] so that students can access all the shows from any place at any time they want.
There are seventeen cyber universities. Workers those who want to learn more have a preference for cyber universities, studying whenever and wherever they want. Even in conventional universities, e-Learning courses have come into fashion. Some professors use e-Learning contents as a supplementary material with their courses; some as courses themselves. Korean University Alliance for Cyber Education announced that about 40% of university courses in Korea are operated with e-Learning.
In job training, 346 organizations offered 7,769 IT-related courses. Also in teacher training, e-Learning is widely in use; there are 52 distance teacher training facilities in Korea. Besides, Air and correspondence High School which is a distance school mainly for adults is preparing to transform to e-Learning-based school (www.cyber.hs.kr) from mid-September this year. In a few years, secondary school students may be able to complete the regular courses through e-Learning cyber school.

Several Ministries of government entered into competition to put e-Learning policy under their control, large investment has been made in e-Learning application and e-Learning content, and the e-Learning business is regarded as one of the most profitable industry in Korea.
In other words, the e-Learning has prevailed in Korea.


4. Plan of establishing an e-Learning system

4.1 Creating an environment for e-Learning
- By introducing real time classes linking various schools online, the quality of public education will be improved.
- Online learning at home will enable the sharing of digital learning materials between schools and homes through the various methods of PCs and digital TVs.
- All schools in Korea will be built a world-class information infrastructure. The average number of the students to one PC will fall below 5(5.8 at 2003), and the average transmission speed of Internet access will be upgraded to a minimum of 2Mbps (69.2% at 2004.4).
- Schools will utilize ICT in the classroom, increasing more than 20% of its usability, improving the quality of teaching-learning methods.
- By developing software for educational purposes and digitalizing textbooks, the multimedia environment will facilitate learning.
- Various educational materials such as digital movies and photos from broadcasting companies, museums, universities, and lifelong education centers will be shared.
- To provide tailored education by individual's capability and characteristics, Quality Assurance System for systematic management of student’s information will be developed.

4.2 Expanding opportunities for lifelong e-Learning
- Cyber universities which are able to authorize credits through various methods such as the internet and digital TV without any constraints limited by time or space will become widespread.
- By conferring official credits to distance learning and job training programs, the system of credit will be more effective.
- The government officials will use "everyday learning system" through e-Learning programs.
- "Social learning net" will be constructed to extend learning opportunities for the information have-nots.
- A nationwide lifelong learning network including primary and secondary schools, private institutions, local lifelong education centers, and the employment information center will be built.

Developing new technologies such as metadata, semantic web (Internet technology which can understand the meaning of the text and search them), expanding standardization, and constructing national information portal are pushed on so that anyone can access information through wire and wireless communication devices ubiquitously.

5. e-Learning in primary & secondary schools

There are so many advantages of e-Learning. It could be summarized as follows;
- There is no time spent commuting to class
- There are no travel costs
- You can have a job while you take classes
- You can learn when you need it (Just-in-time)
- Your learning options are not constrained by your geographical location
- You can learn at your pace
- Learning can be fit into your busy schedule
- It can be more effective for certain types of learners (shy, reflective, language challenged, those who need more time)
- There are more student-to-student interactions
- It can be more focused on the learner and less on the instructor
- Instruction can be more customized and flexible
- It can take lower costs for both learning providers and organizations that need training
- It can take fewer costs for students than traditional programs
- There are side benefits of learning new technologies and technical skills

With these advantages, it seems that e-Learning is a kind of distance educational system. Most of people define e-Learning as a distance learning or training via electronic media. This definition has no problem when it applies to the higher learning, the lifelong learning, and the job training. But in primary and secondary education, schooling is more important.
Korea is not so large country, with densely populated. There are about 7,000,000 students, 10,000 primary and secondary schools, and about 400,000 teachers in total. The average level of education completed by a Korean adult is very high. Korean students have received excellent ratings on an international level. But still Korean education is still full of weaknesses. We need more classes, schools, and teachers to reduce the number of students per a class and per a teacher. Besides, it is almost impossible to provide optional subject. To some extent, e-Learning can be a good solution to these problems.
MOEHRD pay attention to e-Learning in many considerations. But MOEHRD suggested a slightly changed definition of e-Learning of primary and secondary education; e-Learning is an educational system to promote learning community by improving teaching-learning quality of teacher’s (at school), extending self-directed learning of student’s (at home), networking school-home-local community (at local community) via ICT. In other words, MOEHRD defines e-Learning as a blended learning rather than distance learning, and very prudent in dealing with e-Learning. Anyway, e-Learning is considered a strategy for education innovation for development. The vision of e-Learning is strengthening national competitiveness through developing Human Resources of 21st century and realizing education welfare. Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Computer and Typewriter

Sudah satu dasa warsa labih komputer memasuki dunia pendidikan kita. Tahun 1996-an Departemen Pendidikan waktu itu mulai mengirim komputer ke sekolah secara bertahap. Pada tahap awal, komputer dipergunakan oleh sekolah sebagai sarana administrasi sekolah dan tergolong salah satu jenis alat kantor, untuk memperlancar urusan surat menyurat, dan pengelolaan administrasi sekolah pada umumnya.
Pada era berikutnya, komputer yang dimiliki sekolah baik dari pembelian sendiri maupun drop-dropan dari pemerintah, mulai diarahkan sebagai alat bantu mengajar. Untuk itulah mulai banyak diadakan program "Computer In School", Pelatihan, Workshop, dan lain-lain di mana guru mulai disentuh untuk mengembangkan dan menggunakan media pembelajaran.
Tiga tahun belakangan ini kita mulai memasuki era ketiga, begitulah kira-kira. Bukan lagi sekolah yang memiliki komputer, tetapi guru. Dengan berbagai tipe komputer jinjing, notebook, laptop, netbook, UMPC, dan lainnya guru mulai mengembangkan media pembelajaran. Tren ini memang didukung oleh salah satunya adalah kebijakan pemerintah yang memberikan tunjangan khusus bagi guru profesional.
Dukungan lainnya datang dari semakin murah dan terjangkaunya peralatan ini, ditambah lagi kian maraknya provider yang menyediakan layanan internet. Dengan menggunakan HP yang dimiliki, seorang guru dapat mengakses internet dari dan di mana saja, dengan harga yang semakin murah lagi.
Tetapi sangat disayangkan bahwa jumlah yang mungkin "banyak" tersebut baru dapat menjangkau "sedikit" prosentase pendidik di tanah air. Itupun masih ditambah lagi dengan hal yang masih memprihatinkan. Masih sangat banyak guru yang belum "mau" berdekat diri dengan komputer, walau sekedar memanfaatkannya sebagai mesin ketik. apalagi internet. Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA

Saturday, October 09, 2010

Wireless tidak konek

" Pak, wifiku ngga konek", begitu rengek anakku dua-tiga bulan yang lalu.
Aku coba utak utik mulai dari setingan, sinyal wifi, driver, dll, ngga konek juga. Suatu saat aku nanya mbah google dapat forum yang simpulannya wifi rusak, dan stelah diganti ok. Akhirnya kuputuskan ke servis center axioo. Stelah dicek, mbak CS bilang bahwa hardware wifi oke, ngga bermasalah. dipastikan windowsnya, dan disarankan install ulang windows.
Pulang dengan hasil hampa, aku nanya lagi sama mbah google dan alhamdulillah dapat postingan dari belajarinteraktif.com/ yang komplitnya seperti berikut ini:

Mengatasi Wifi “Windows cannot configure this wireless connection”

Si Nanang baru aja beli laptop seken core2Duo komplit dengan fitur wifi plus bluetooth

“It’s time buat ngetest” sambil tersenyum Nanang berucap

“Ok, c’mon guys kita pergi ke cafe paling mahal” tantangnya ke teman-temannya

“Ok, ayuk…ayukkk….” sambut temannya “tapi traktir ya”

“Don’t worry, be happy, entar ane utangin ke elu-elu pade kalo kagak bisa bayar”



Sesampainya di cafe mereka semua pada pesan makanan and minuman segar, ada yang pesan Batagor, Rujak, Baso, Mie Ayam (**lho ini cafe apa warung dipinggiran sih, kok menunya kayak gitu…???)

tiba-tiba hape Nanang berbunyi “tulilulit…tulilulit….”

“eh guys…sory bro nich pacar ane nelepon” pamernya

“Halo sayang, tadi aku habis upload photo-photoku pas waktu di Bali, lihat deh pokoknya asik-asik” pamer pacarnya

“macak cih, cayannnkkk…bagus ya ow.ow.ow… pasti abang cek deh” Nanang ngegombal

“see you, cayank”

“see you jugaaaa…”

wah kebetulan ada laptop yang baru dibelinya and kebetulan juga cafe tempat dia nongkron ada wifinya, sip momen yang tepat dech..

1) laptop dinyalain…

2) switch wifi dinyalain…

3) Cari sinyal wifi and….

?4..??) ow..ow….!!!



“sinyalnya kok gak ada ya” Nanang mulai panik

Nanang tanpa basa-basi langsung nanya ke waiters cafe tersebut “oy, wifinya lagi trouble ya mas???”

“ah enggak kok mas, disini sinyal wifinya bagus kok, Mas bisa lihat pengunjung yang lain, mereka juga banyak yang browsing dan ok ok saja” balas waiters

“what…so punyaku aja nih yang bermasalah laptopnya” Si Nanang langsung shock lemas

“wah kurang ajar tuh tukang laptop, masa’ baru beli langsung rusak, wah…gue ketipu” tak henti-hentinya si Nanang menggerutu

Melihat Nanang cemberut, temannya merasa iba “ada apa, sob?? kok cemberut sich???”

“iya sial nich, masak wifi laptopku rusak padahal baru dibeli tadi siang” cerita Nanang

“Yakin loe, mungking belum di hidupin wifinya??” salah satu temannya ragu

“enggakk, wifinya udah hidup kok, tapi heran kok gak ada sinyal ya” balas Nanang

“coba liat, aku penasaran nih, masa’ wifinya gak bisa” temannya ambil inisiatif

setelah dilihat-lihat, ternyata di window wifi ada tulisan “Windows cannot configure this wireless connection….”



“Tenang aja Sob, laptopmu gak masalah kok, cuma perlu disetting ulang sebentar, setelah itu pasti langsung OK”

“wah yang benar nih, jadi…jadi laptop ku gak rusak ya…oh, syukur” wajah kegembiraan mulai muncul di diri Nanang

“So, caranya gimana donk…settingin ya!!!please..please….”

“Sip, yang penting ditraktir”

“iya..iya….ane traktir loe pade semuanya”

the rest of story, beginilah langkah-langkahnya:

1. Start > Run (***atau bisa juga dengan pencet tombol “Windows”+R secara bersamaan)

Ketikkan >> Services.msc >> jangan lupa klik “OK”



2. Nantinya Window “Services” akan muncul, dari situ carilah kata-kata “Wireless Zero Configuration”, langsung aja diklik 2X (double klik)

3. di tab “general”

a) Di startup type: pilih “Automatic”

b) langkah terakhir, silakan klik “start”



-Done-

Kasus seperti itu biasa terjadi terutama laptop-laptop keluaran sekarang. Hal ini muncul disebabkan karena pihak pabrikan(dell, toshiba, ibm, dll) telah membuatkan software khusus yang memanajemen sinyal wifi. Jadi apabila software tersebut tiba-tiba hilang, atau rusak atau lupa tidak diinstal maka kasus seperti tadi akan muncul. Penyebabnya adalah kebanyakan pihak pabrikan selalu menonaktifkan fitur “Wireless Zero configuration” (fitur bawaan Windows yang mengatur sinyal Wifi), tujuannya ya agar anda menggunakan fitur bawaan dari pabrik tersebut, lagian apabila dua-duanya diaktifkan akan terjadi crash, jadi salah-satuh harus ada yang mengalah

Permasalahannya adalah kita sudah terbiasa dengan fitur bawaan Windows tersebut, jadi jika tiba-tiba sinyal hilang, kita langsung panik “wah…wifiku rusak”

Gak, Sobat, wifi anda tidak rusak, cuma perlu disetting ulang yaitu meng-aktifkan kembali “Wireless Zero Configuration”

Alternatif penyelesaian kedua untuk kasus diatas adalah



dengan menginstal kembali software wifi dari pihak pabrikan, nantinya software itu yang akan memanajemen sinyal wifi. Bagi sebagian orang cara ini agak kurang nyaman karena belum familiar, tapi bila anda sudah mengenalnya, mungkin anda akan setia tuk menggunakannya karena sebetulnya software bawaan dari pihak pabrik lebih bagus daripada bawaan windows, cuma karena kita sudah akrab dengan bawaan Windows anda jadi malas untuk mencoba hal yang baru

Ok, kembali ke tutorial yang tadi…

setelah anda pencet “Start” di langkah yang terakhir tadi, maka fitur “Wireless Zero Configuration” sudah aktif. Artinya anda sekarang sudah bisa mencari sinyal wifi dengan mudah

Semoga bermanfaat, Sobat!!!

Belajar Interaktif

Gitu ceritanya, mangkanya trus kucoba, .... dan ... jadilah.
Trims buat BELAJAR INTERAKTIF. yang kurang jelas dapat di posting aslinya:
http://belajarinteraktif.com/2010/08/06/mengatasi-wifi-windows-cannot-configure-this-wireless-connection/ Baca selengkapnya NIKI KULA LAN KULAWARGA